Indonesia RUU Tracker
Diperbarui hari ini
Perencanaan Politik & Pemilu Komisi II Inisiatif DPR

RUU Daerah Kepulauan

Durasi

2 bulan

Jumlah Berita (7 hari)

14

13 sebutan dalam 30 hari

Jumlah Sitasi (30 hari)

19
Spektrum sikap

Skala 5 posisi (Menolak / Kritis / Netral / Catatan / Mendukung) berlaku sama untuk Fraksi DPR, masyarakat sipil, dan media. Pusat gravitasi adalah rata-rata posisi tertimbang oleh ukuran kursi atau jangkauan.

Pusat gravitasi: Mendukung

Liputan media

13 artikel · 3 outlet · 30 hari

Outlet yang meliput

Diurutkan berdasarkan jumlah artikel 30 hari terakhir.

Outlet Pemilik Skor sentimen Artikel (30h) Artikel terbaru
Kompas Kompas Gramedia Mendukung +1.00 5
Detik Trans Media (CT Corp) Mendukung +1.00 5
  • Video: DPR-Pemerintah Setuju Bahas RUU Daerah Kepulauan Hingga Jadi UU

    Pansus DPR RI telah sepakat untuk melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan hingga menjadi UU. Hal ini disetujui oleh DPD dan juga 8 fraksi DPR dalam rapat dengan pemerintah di ruang Komisi XIII DPR pada Kamis (25/6). Dari pihak pemerintah yang hadir dalam rapat tersebut diwakili oleh Wamendagri Bima Arya, Wamenkum Edward Omar Sharif Hiariej, dan Wamenlu Hafaz Ugroseno. Selain itu, hadir pula jajaran Kementerian Pertahanan hingga Kemensetneg.

  • Wamendagri Bima Arya Dorong Penyempurnaan RUU Daerah Kepulauan

    Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daerah Kepulauan harus dilakukan secara cermat melalui harmonisasi dengan berbagai regulasi yang telah berlaku. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan kehadiran regulasi baru benar-benar memperkuat pembangunan wilayah kepulauan tanpa menimbulkan tumpang tindih kewenangan maupun pertentangan norma hukum.

  • DPR dan Pemerintah Setuju Lanjut Bahas RUU Daerah Kepulauan hingga Jadi UU

    Jakarta - Pansus DPR RI menggelar rapat dengan pemerintah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan. Dalam rapat itu, seluruh fraksi DPR, DPD, dan pemerintah setuju lanjut membahas RUU tersebut hingga menjadi UU. Rapat digelar di Komisi XIII DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Pansus RUU Daerah Kepulauan, Mercy Barends. Mercy mulanya mempersilakan DPD RI menyampaikan pandangannya. Kemudian, ia mempersilakan setiap fraksi di DPR memberi pandangan terkait RUU Daerah Kepulauan.

  • Pansus DPR Rapat Bareng Pemerintah Bahas RUU Daerah Kepulauan

    Jakarta - Panitia Khusus (Pansus) DPR bersama pemerintah mulai membahas RUU tentang Daerah Kepulauan. Pansus DPR ini sebelumnya sudah disahkan dalam rapat paripurna DPR RI pada 12 Maret 2026. Rapat Pansus DPR digelar di ruang rapat Komisi XIII DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Pansus Mercy Barends. Dari pihak pemerintah dihadiri langsung oleh Wamendagri Bima Arya, Wamenkum Edward Omar Sharif Hiariej, dan Wamenlu Hafaz Ugroseno. Selain itu, hadir pula jajaran Kementerian Pertahanan hingga Kemensetneg. "Dari laporan daftar hadir di meja pimpinan rapat kerja telah dihadiri dan ditandatangani sebanyak sembilan orang anggota oleh tujuh fraksi, sehingga telah memenuhi kuorum lebih dari seperdua unsur fraksi."

  • Video: DPR-Pemerintah Setuju Bahas RUU Daerah Kepulauan Hingga Jadi UU

    Pansus DPR RI telah sepakat untuk melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan hingga menjadi UU.

Antara BUMN (Pemerintah) Mendukung +1.00 3
  • Pemprov Babel mengawal pembahasan RUU Daerah Kepulauan

    Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daerah Kepulauan yang saat ini sedang dimatangkan Panitia Khusus DPR RI. "Regulasi tersebut akan menjadi tonggak baru dalam menghadirkan kebijakan yang lebih adil bagi daerah kepulauan melalui skema pembangunan yang berpihak pada karakteristik wilayah laut," kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Babel Fery Afriyanto melalui rilis yang diterima di Pangkalpinang, Rabu.

  • Legislator dorong anggaran afirmatif dalam RUU Daerah Kepulauan

    Jakarta (ANTARA) - Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan DPR RI Hendry Munief mendorong penerapan anggaran afirmatif dalam RUU Daerah Kepulauan untuk memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan. Hendry mengatakan wilayah kepulauan memiliki tantangan pembangunan yang berbeda dengan daerah daratan sehingga membutuhkan skema penganggaran yang lebih fleksibel dan berpihak pada kebutuhan riil masyarakat. "Persoalan setiap daerah kepulauan itu berbeda dengan penanganan yang berbeda juga. Maka, kita mengusulkan agar regulasi anggaran kita berdasarkan 'affirmative spending'. Belanja disesuaikan dengan kebutuhan daerah tersebut," kata Hendry dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

  • Wamendagri minta RUU Daerah Kepulauan selaras dengan regulasi

    Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Daerah Kepulauan disusun selaras dengan berbagai regulasi yang telah berlaku agar tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan maupun pertentangan norma hukum. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memastikan kehadiran regulasi baru benar-benar memperkuat pembangunan wilayah kepulauan tanpa menimbulkan tumpang tindih kewenangan maupun pertentangan norma hukum. "Pemerintah memandang perlu menyelaraskan naskah akademik yang disampaikan DPD RI guna menghindari ketidaksesuaian norma yang bertentangan dengan prinsip hukum internasional dan sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Bima dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Panitia Khusus (Pansus) RUU tentang Daerah Kepulauan bersama pemerintah dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6).

Tidak meliput (30 hari)

Outlet ini dipantau namun belum meliput RUU ini dalam 30 hari terakhir. Ketidakhadiran bisa bermakna politis.

Tempo, Media Indonesia, Republika, MNC News, CNN Indonesia, tvOne, Kompas TV, iNews TV, Kumparan, CNBC Indonesia, Sinpo, Metro TV, DDTC News

16 outlet dilacak · 3 melaporkan · 13 hening

Indonesia RUU Tracker · snapshot 2026-07-02. Konten disusun dari sumber publik dan dibantu AI — kutipan terverifikasi dalam 180 hari terakhir. Verifikasi langsung ke sumber sebelum dikutip.