Indonesia RUU Tracker
Diperbarui hari ini
Pembahasan Tk. I Keamanan & Pertahanan Komisi I Inisiatif DPR

Revisi UU TNI

Durasi

1 tahun

Jumlah Berita (7 hari)

7

9 sebutan dalam 30 hari

Jumlah Sitasi (30 hari)

5
Spektrum sikap

Skala 5 posisi (Menolak / Kritis / Netral / Catatan / Mendukung) berlaku sama untuk Fraksi DPR, masyarakat sipil, dan media. Pusat gravitasi adalah rata-rata posisi tertimbang oleh ukuran kursi atau jangkauan.

Pusat gravitasi: Catatan

Liputan media

9 artikel · 5 outlet · 30 hari

Outlet yang meliput

Diurutkan berdasarkan jumlah artikel 30 hari terakhir.

Outlet Pemilik Skor sentimen Artikel (30h) Artikel terbaru
Detik Trans Media (CT Corp) Netral / Belum bersikap +0.00 3
  • Video Interupsi Andrie soal RUU TNI Diputar di Sidang Air Keras

    Jakarta - Sidang kasus air keras terhadap Andrie Yunus kembali digelar. Video interupsi rapat RUU TNI diputar dan disebut memicu emosi terdakwa.

  • Video Terdakwa Kesal Andrie Yunus Interupsi Rapat RUU TNI: Arogan-Overacting

    Terdakwa Sersan Dua Edi Sudarko mengungkap alasan dirinya dan 3 terdakwa lainnya melakukan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Edi mengungkap dirinya kesal dengan tindakan Andrie Yunus saat menginterupsi rapat pembahasan RUU TNI di Hotel Fairmont pada Maret 2025 lalu. Hal itu ia ungkapkan dalam sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu (13/5). Edi menilai sikap Andrie Yunus tersebut arogan, overacting, dan menginjak-injak harga diri TNI. Dengan alasan tersebut, Edi menilai harus memberikan efek jera terhadap Andrie Yunus.

  • 4 Tentara Didakwa Siram Air Keras Andrie Yunus karena Interupsi Rapat RUU TNI

    Jakarta - Oditur mendakwa empat prajurit TNI melakukan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Oditur militer mengatakan para terdakwa melakukan aksi tersebut karena kesal dengan Andrie. Sidang dakwaan digelar di Pengadilan Militer Jakarta Timur, Rabu (29/4/2026). Empat terdakwa tersebut ialah Terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko (ES), Terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi (BHW), Terdakwa III Kapten Nandala Dwi Prasetyo (NDP), dan Terdakwa IV Letnan Satu Sami Lakka (SL). Oditur mengatakan para terdakwa mengetahui Andrie pada 16 Maret 2025 saat Andrie masuk dan melakukan interupsi dalam rapat pembahasan revisi UU TNI yang digelar DPR di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan.

Kompas Kompas Gramedia Netral / Belum bersikap +0.00 2
  • Penyiram Air Keras Sebut Andrie Yunus Arogan dan Overacting Saat Geruduk Rapat RUU TNI

    JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yakni Sersan Dua Edi Sudarko, menyebut Andrie bertindak arogan dan overacting saat menggeruduk rapat tertutup pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) TNI di Hotel Fairmont Jakarta pada 16 Maret 2025. Hal itu disampaikan Edi dalam sidang pemeriksaan empat terdakwa kasus penyiraman air keras di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (13/5/2026). "Kenapa saudara fokus ikuti Andrie Yunus di medsos?" tanya Oditur Militer Letnan Kolonel Corps Hukum (Chk) TNI Muhammad Iswadi ke Edi di ruang sidang Pengadilan Militer II-08 Jakarta. "Video yang viral di Hotel Fairmont pada saat di situ ada rapat tertutup pejabat-pejabat TNI dan DPR yang membahas Revisi Undang-Undang. Di situlah arogan Andrie Yunus dan over akting dan menginterupsi ke ruang rapat, padahal itu rapat tertutup," jawab Edi.

  • Terungkap Kronologi Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Dipicu Protes UU TNI di Hotel

    JAKARTA, KOMPAS.com - Oditur Militer II-07 Jakarta mengungkap kronologi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, oleh empat anggota BAIS TNI. Keempat terdakwa ialah Serda Edi Sudarko (ES), Lettu Budhi Hariyanto Widhi (BHW), Kapten Nandala Dwi Prasetia (NDP), dan Lettu Sami Lakka (SL). Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus berawal dari aksi protes korban terhadap revisi undang-undang TNI hingga menerobos masuk ke Hotel Fairmont saat rapat pembahasan itu berlangsung. Protes tersebut memicu kekesalan para terdakwa hingga akhirnya hendak melukai Andrie.

Tempo Independen Netral / Belum bersikap +0.00 2
  • Pengadilan Militer Putar Video Andrie Yunus Protes Revisi UU TNI

    VIDEO aksi Andrie Yunus mendobrak pintu ruang rapat di Hotel Fairmont saat pembahasan revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI) ditayangkan di sidang perkara penyiraman air keras. Sidang dilaksanakan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026. Para terdakwa anggota Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI menyatakan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS itu lantaran merasa kesal setelah menonton video yang beredar di media sosial itu.

  • Pengadilan Militer Putar Video Andrie Yunus Protes Revisi UU TNI

    VIDEO aksi Andrie Yunus mendobrak pintu ruang rapat di Hotel Fairmont saat pembahasan revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI) ditayangkan di sidang perkara penyiraman air keras. Sidang dilaksanakan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026. Para terdakwa anggota Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI menyatakan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS itu lantaran merasa kesal setelah menonton video yang beredar di media sosial itu. "Saya terus melihat video itu berulang kali membuat saya kesal, sifatnya terlalu arogan, berlebihan. Padahal berpendidikan tapi tidak punya sopan santun," kata terdakwa III, Kapten Nandala Dwi Prasetyo (NDP). Terdakwa I, Sersan Dua Edi Sudarko, pun menyatakan ia kesal melihat video itu. Dia juga yang pertama kali menunjukkan video tersebut kepada terdakwa lainnya.

Republika Mahaka Group Netral / Belum bersikap +0.00 1
  • Revisi UU TNI dan Tantangan Menjaga Supremasi Sipil di Indonesia

    Perdebatan mengenai revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) kembali menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir. Pembahasan revisi tersebut memunculkan berbagai pandangan dari masyarakat, akademisi, hingga aktivis demokrasi. Sebagian pihak menilai revisi diperlukan untuk menyesuaikan tugas dan tantangan pertahanan negara di era modern. Namun, tidak sedikit pula yang khawatir bahwa perubahan tersebut dapat membuka ruang semakin luasnya keterlibatan militer dalam urusan sipil. Isu ini penting dibahas karena Indonesia merupakan negara demokrasi yang menempatkan supremasi sipil sebagai salah satu prinsip utama dalam sistem ketatanegaraan.

CNN Indonesia Trans Media (CT Corp) Mendukung +1.00 1
Tidak meliput (30 hari)

Outlet ini dipantau namun belum meliput RUU ini dalam 30 hari terakhir. Ketidakhadiran bisa bermakna politis.

Media Indonesia, Antara, MNC News, tvOne, Kompas TV, iNews TV, Kumparan, CNBC Indonesia, Sinpo, Metro TV, DDTC News

16 outlet dilacak · 5 melaporkan · 11 hening

Indonesia RUU Tracker · snapshot 2026-05-16. Konten disusun dari sumber publik dan dibantu AI — kutipan terverifikasi dalam 180 hari terakhir. Verifikasi langsung ke sumber sebelum dikutip.