Indonesia RUU Tracker
Diperbarui hari ini
Penyusunan Keamanan & Pertahanan Komisi I Inisiatif DPR

RUU Penyiaran

RUU Perubahan Ketiga UU Penyiaran telah berulangkali masuk Program Legislasi Nasional sejak 2009 dan kembali menjadi prioritas pada 2026. Komisi I DPR mempersiapkannya, dengan draf siap diharmonisasi oleh Badan Legislasi. Revisi penting karena regulasi yang ada belum mengantisipasi perkembangan teknologi dan platform digital—masyarakat kini mengakses informasi melalui berbagai saluran (TV, radio, platform digital, streaming, media sosial) yang belum sepenuhnya tercakup dalam kerangka hukum yang ada. Revisi diharapkan melindungi publik dari informasi tidak akurat sambil mempertahankan kebebasan berekspresi dan kreativitas, terutama untuk generasi muda pengguna dan kreator konten digital.

Durasi

1 tahun

Jumlah Berita (7 hari)

4

5 sebutan dalam 30 hari

Jumlah Sitasi (30 hari)

7
Spektrum sikap

Skala 5 posisi (Menolak / Kritis / Netral / Catatan / Mendukung) berlaku sama untuk Fraksi DPR, masyarakat sipil, dan media. Pusat gravitasi adalah rata-rata posisi tertimbang oleh ukuran kursi atau jangkauan.

Pusat gravitasi: Netral / Belum bersikap

Posisi sipil

11 organisasi masyarakat sipil terlacak — pernyataan publik dalam 180 hari terakhir.

Menolak
10
Kritis
0
Netral
1
Catatan
0
Mendukung
0
  • KPI · HAM, gender
    Belum bersikap
    "Kami berterima kasih atas kunjungan serta dukungan dari Ning Lia. Semoga ini semakin memperkuat upaya kita semua mendorong pengesahan RUU Penyiaran"
    Royyin Fauziana 8 Mei 2026 Sumber
  • Dewan Pers · kebebasan pers
    Menolak
    "Kami menolak RUU Penyiaran. Kami menghormati rencana revisi UU Penyiaran tetapi mempertanyakan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 justru tidak dimasukkan dalam konsideran RUU Penyiaran. RUU Penyiaran ini menjadi salah satu sebab pers kita tidak merdeka, tidak independen, dan tidak akan melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas."
    Ninik Rahayu (Ketua Dewan Pers) 14 Mei 2024 Sumber
  • AJI · kebebasan pers
    Menolak
    "Ini sebuah upaya pembungkaman pers yang sangat nyata. AJI Jakarta mendesak Presiden Jokowi dan DPR RI untuk meninjau ulang urgensi revisi UU Penyiaran; menghapus pasal-pasal problematik yang berpotensi melanggar hak kemerdekaan pers dan hak publik atas informasi."
    Bayu Wardhana (Sekretaris Jenderal AJI) 16 Mei 2024 Sumber
  • LBH Pers · kebebasan pers
    Menolak
    "Pemerintah dinilai menggunakan kekuasaan secara eksesif melalui pasal-pasal pemberangus demokrasi dengan dalih perlindungan terhadap penghinaan dan pencemaran nama baik, yang justru memperluas ruang kriminalisasi jurnalis dan masyarakat umum."
    16 Mei 2024 Sumber
  • PWI · kebebasan pers
    Menolak
    "Larangan untuk menyiarkan konten ekslusif jurnalisme investigasi sebagaimana yang dimuat pada Pasal 50 B Ayat (2) RUU Penyiaran tertanggal 27 Maret lalu, berbenturan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kalau UU Penyiaran versi baru ini tetap seperti ini tentu ada benturan antara UU Pers dan UU Penyiaran yang baru."
    Hendry Ch Bangun (Ketua Umum PWI) 13 Mei 2024 Sumber
  • IJTI · kebebasan pers, jurnalis televisi
    Menolak
    "IJTI memandang pasal tersebut telah menimbulkan banyak tafsir dan membingungkan, pertanyaan besarnya mengapa RUU ini melarang televisi menayangkan secara eksklusif karya jurnalistik investigasi?"
    Herik Kurniawan (Ketua Umum IJTI) 11 Mei 2024 Sumber
  • ICW · anti-korupsi
    Menolak
    "Rancangan Undang-Undang Penyiaran (RUU Penyiaran) yang tengah disusun oleh DPR benar-benar mengancam iklim demokrasi. Karya liputan investigasi jurnalistik yang ditayangkan di media tidak hanya sekadar pemberitaan, tapi juga bentuk pencegahan korupsi khususnya di sektor publik."
    Tibiko Zabar (kontak ICW) 16 Mei 2024 Sumber
  • Remotivi · media
    Menolak
    "Undang-undang ini memaksakan pola pengaturan penyiaran konvensional di ranah digital. Padahal, kedua teknologi tersebut berbeda. Hal ini bukannya melindungi tetapi membatasi kreasi."
    Yovantra Arief (Direktur Remotivi) 21 Mei 2024 Sumber
  • AMSI · media digital, kebebasan pers
    Menolak
    "Jika aspirasi ini tidak diindahkan, maka Senayan akan berhadapan dengan komunitas pers."
    Wahyu Dyatmika (Ketua Umum AMSI) 14 Mei 2024 Sumber
  • Greenpeace Indonesia · lingkungan
    Menolak
    "Membuka ruang ruang partisipasi bermakna dalam proses penyusunan RUU Penyiaran dengan melibatkan organisasi masyarakat sipil dan kelompok masyarakat terdampak lainnya; Menggunakan UU Pers sebagai pertimbangan dalam pembuatan regulasi yang mengatur soal pers."
    Asep Komarudin 16 Mei 2024 Sumber
  • IWAKUM · kebebasan pers, hukum
    Menolak
    "Ikatan Wartawan Hukum menolak Draf RUU Penyiaran dengan banyaknya substansi yang bermasalah tersebut. Iwakum meminta pemerintah dan DPR untuk mendengar aspirasi dari insan pers."
    Irfan Kamil (Sekjen Iwakum) 1 Jun 2024 Sumber

11 posisi tercatat · 11 dengan tanggal · 10 dengan juru bicara

Indonesia RUU Tracker · snapshot 2026-05-16. Konten disusun dari sumber publik dan dibantu AI — kutipan terverifikasi dalam 180 hari terakhir. Verifikasi langsung ke sumber sebelum dikutip.